Majalengka
(31/12/2013). Setelah dipastikan selesai 100 persen, bangunan gerai PNPM
Mandiri Perdesaan Kab.Majalengka resmi dilaunching (31/12). Acara yang
digabungkan dengan peresmian hasil-hasil pembangunan tersebut bertempat halaman
Gerai di Desa Jatipamor kec. Panyingkiran.
Selain
dihadiri Bupati Sutrisno, launching
juga dihadiri Ketua DPRD Majalengka, SKPD, Camat, ormas, pers, fasilitator dan
pelaku PNPM MPd. Launching yang
dimulai pukul 09.30 itu juga dihadiri Kepala BPMPD Jawa Barat, PJO Provinsi,
Tim RMC III Jawa Barat.
Drs.
Arifin Kertasaputra dalam sambutannya menyampaikan bahwa dukungan pemerintah
provinsi Jawa Barat terhadap pembangunan daerah sangat tinggi. Sebagai contoh
pembangunan infrastruktur desa, posyandu, masyarakat pinggir hutan, rutilahu
dan lain sebagainya. Pembangunan gerai PNPM termasuk salah satunya. “gerai
merupakan dukungan pemprov agar hasil usaha masyarakat terwadahi”, katanya.
Ditambahkan,
ide pembuatan gerai muncul pada saat gelar acara Saba Desa tahun 2012 di
Kabupaten Karawang. Dalam realisasinya pada tahun 2013, yang berkesiapan
melaksanakan hanya tiga kabupaten yaitu Majalengka, Sumedang dan Purwakarta.
Sementara
itu, Bupati Sutrisno menyambut gembira atas pembangunan gerai. Menurutnya, hal
tersebut menambah hasil-hasil pembangunan daerah. Apalagi kabupaten Majalengka
harus segera berbenah menyusul pembangunan Bandara internasional Kertajati. “adanya
gerai ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya disambut
tepuk tangan meriah.
Usai
memberi sambutan, Bupati berkenan menandatangani prasasti Gerai dengan tinta
emas disambung dengan pemotongan tali bunga menandai peresmian. Bupati beserta
jajaran DPRD, SKPD dan BPMPD Jawa Barat sempat melihat produk camilan kelompok
SPP binaan UPK. Ada keripik, krupuk, emping, sale pisang, rempeyek dan aneka
camilan yang berlabel PNPM MPd.
Meski
diwarnai gerimis, acara launching tetap meriah. Hal tersebut tak lepas dari
kerja keras Panitia. Apip Haris Arifin salah seorang panitia yang juga pengurus
RBM Majalengka menyatakan bahwa untuk menyiapkan hal tersebut butuh tiga hari.
“ya demi suksesnya launching, karena gerai ini bakal menjadi pusat pengembangan
ekonomi lokal” ujar penuh semangat.
Sebelumnya Gelar gelar
Talkshow di Bandung TV
Bandung
(18/12). Memperkuat sosialisasi hasil pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan, BPMPD
provinsi Jawa Barat menggelar live on air di Bandung Televisi. Talkshow yang
tayang dalam program dialog khusus sore pukul 16.30 itu menghadirkan tiga
narasumber yaitu Nurtafiyana selaku PJOprovinsi, Sugih Arto Koordinator
Provinsi dan Rieswan Graha kepala BPMDPKB Kab. Majalengka.
Talkshow
juga menghadirkan puluhan pelaku PNPM Mandiri Perdesaan dari kec.Sukahaji Kab.
Majalengka. Acara yang dipandu presenter Farah Mumtaz itu berlangsung seru.
Pada sesion awal, Nurtafiyana menyampaikan positioning PNPM Mandiri Perdesaan
terhadap pengurangan kemiskinan baik ditingkat lokal maupuan regional.
“hadirnya PNPM di 422 kecamatan, di lebih dari 4200
desa dipastikan ikut mempercepat penanggulangan kemiskinan,” ujar Firman,
panggilan akrab PJOprovinsi itu. “dibidang perguliran saja, tidak kurang dari
Rp. 900 milyar beredar di tengah masyarakat dengan jumlah penerima manfaat
lebih dari 100 ribu kelompok,” ujar alumni Unpad itu
Rieswan
Graha mempertegas pengaruh PNPM Mandiri Perdesaan terhadap pengurangan
kemiskinan. Menurutnya, pelaksanaan di Majalengka cukup berhasil. “berdasar
catatan kami, saat ini tidak kurang dari 4000 kelompok penerima manfaat program
simpan pinjam,” ujarnya. “Kalau dihitung, selama PNPM Mandiri Perdesaan hadir
di Majalengka, tidak kurang dari 45 ribu warga meningkat dari keadaan
sebelumnya yang miskin,” imbuhnya.
Sementara
itu, Sugih Arto menyampaikan prakaras PNPM Mandiri Perdesaan dalam perencanaan
partisipatif harus dilestarikan masyarakat perdesaan. Menurutnya, aset terbesar
yang dimiliki oleh masyarakat adalah pengetahuan dalam tata perencanaan
pembangunan yang bottom up. “ yang penting dipikirkan oleh masyarakat adalah
komitmen untuk merencanakan,
melaksanakan dan melestarikan pembangunan secara
mandiri,” tegasnya.
Ditambahkan
olehnya, PNPM Mandiri Perdsaan sangat peduli terhadap keberadaan pelaku di
desa. Selama, kurun waktu 1998-2013 di Jawa Barat telah terpilih dan terlatih
pelaku yang diharapkan menjadi penerus prakarsa PNPM Mandiri Perdesaan.
“Berdasar catatan, tidak kurang dari 65 ribu orang saat ini menjadi aktor
pembangunan desa yang cukup terlatih, apakah dari unsur KPMD, PL, UPK, Tim
Verifikasi, BKAD dan kelembagaan lain yang dibentuk oleh PNPM,” katanya.
Acara
yang berlangsung satu jam tersebut juga diwarnai pertanyaan dari peserta di
studio. Imam, anggota masyarakat menanyakan bagaimana kelanjutan PNPM MandirI
Perdesaan paska tahun 2014 yang dikabarkan menjadi tahun terakhir. Menjawab
pertanyaan itu, tiga narasumber kompak menegaskan bahwa yang terpenting adalah
pelestarian prakarsa pembangunan yang partisipatif dengan prinsip transparan
dan berpihak pada orang miskin.
Pada
sesi terakhir, Rieswan Graha menyampaikan peran PNPM Mandiri Perdesaan di
Majalengka dalam memberdayakan produk usaha kelompok SPP/UEP. “kita tahu,
banyak hasil usaha seperti kerajinan, makanan ringan, mebeler, anyaman dan
produk kreatif dari desa. Mereka membutuhkan dukungan pemasaran yang lebih
luas,” ujarnya. “untuk itu, pembuatan gerai sebagai bangunan display produk
tersebut akan menjadi terobosan,” imbuhnya.
Senada
dengan pernyataan tersebut, Sugih Arto menyatakan apresiasi terhadap dukungan
pemerintah provinsi yang membantuk pembuatan gerai di kabupaten lokasi PNPM
Mandiri Perdesaan di Jawa Barat. “program pembuatan gerai sangat strategis
dalam pengembangan ekonomi di perdesaan,” katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar